Sekolah Staf Presiden Angkatan II Mengundang Anak Muda

Sekolah Staf Presiden Angkatan II Mengundang Anak Muda

MATAHARI TV | Jakarta – Kepala Staf Kepresiden Dr. Moeldoko meresmikan peluncuran Sekolah Staf Presiden (SSP) Angkatan II.

Untuk itu ia kembali mengundang anak-anak muda Indonesia untuk mengikuti SSP Angkatan II. Peluncuran SSP ini berlangsung di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, Senin (22/5).

“Melalui Sekolah Staf Presiden, anak-anak muda Indonesia akan mendapatkan pengalaman tentang bagaimana sulitnya mengelola negara,” kata Moeldoko.

Lebih lanjut ia menjelaskan, peserta akan bekerja dan terlibat langsung dengan para Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden dalam memecahkan berbagai persoalan pada pelaksanaan isu strategis dan program prioritas Presiden.

“Jadi saya undang talenta-talenta unggul Indonesia untuk mendaftar dan berkompetisi secara fair memperebutkan kesempatan yang langka ini,” ajak Moeldoko.

Ia menegaskan, anak-anak muda Indonesia harus mulai mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin bangsa. Salah satunya dengan memahami berbagai persoalan negara. Terlebih, saat ini Indonesia menghadapi banyak tantangan baik di lingkungan global maupun lokal.

“Bagaimana pemerintah menghadapi persoalan geo politik global. Bagaimana pemerintah bekerja keras melakukan transformasi ekonomi hijau dan lainnya. Semua ini sangat kompleks. Nah, anak muda harus paham soal ini. Jangan sampai road map yang disiapkan pak Jokowi untuk mewujudkan Indonesia Maju menjadi sia-sia,” paparnya.

Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina Fadjar Djoko Santoso menyebutkan, keterlibatan PT Pertamina dalam penyelenggaran Sekolah Staf Presiden tidak terlepas dari komitmen PT Pertamina untuk memberikan ruang bagi anak-anak muda, berkontribusi pada pembangunan nasional, khususnya dalam mewujudkan ketahanan energi nasional dan menciptakan energi berkeadilan.

“Pertamina siap untuk mewadahi alumni SSP yang ingin berkarier di Pertamina,” ujar Fadjar.

Sekolah Staf Presiden ini pertama kali berlangsung Juli tahun lalu. Mengingat saat itu masih belum lepas dari pandemi COVID-19, peserta dibatasi untuk pendaftar dari wilayah sekitar Ibukota. Tak kurang dari 60 ribu pendaftar diseleksi hingga menjadi 35 peserta. |Eka

Foto: Ist

TAGS
Share This