Polres Purworejo mengukir sejarah sebagai institusi kepolisian pertama di Indonesia yang menyelenggarakan pelatihan safety driving

Purworejo – Polres Purworejo mengukir sejarah sebagai institusi kepolisian pertama di Indonesia yang menyelenggarakan pelatihan safety driving khusus bagi pengemudi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan yang diikuti oleh 52 pengemudi se-Kabupaten Purworejo ini berlangsung di Lapangan Uji Praktik Satpas Satlantas Polres Purworejo pada Sabtu (24/01) pagi.
Langkah inovatif ini diinisiasi langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., sebagai respons cepat terhadap maraknya insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan operasional MBG di berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, AKBP Windy menekankan bahwa kepemilikan SIM A saja tidak cukup tanpa pemahaman mendalam mengenai teknik berkendara yang aman.
“Meskipun sudah memiliki SIM, para pengemudi perlu mendapatkan penyegaran kembali, baik secara teori maupun praktik. Kami tidak ingin kelalaian di jalan berujung pada kecelakaan fatal. Prinsip safety driving harus benar-benar diterapkan di lapangan,” tegas Kapolres saat membuka acara.
*Dari Teori hingga Praktik Menantang*
Kasat Lantas Polres Purworejo menambahkan bahwa peserta yang hadir merupakan perwakilan dari seluruh Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purworejo. Mereka dibekali materi dari instruktur internal maupun eksternal, mulai dari persiapan standar seperti penggunaan sabuk pengaman dan pengaturan posisi duduk yang ergonomis, hingga teknik menghadapi medan sulit.
Para pengemudi yang kerap dijuluki “ompreng balap” ini ditantang untuk menaklukkan berbagai rintangan di lintasan uji SIM, Jalan Jenderal Sudirman 23. Ujian meliputi lintasan lurus, manuver zigzag maju-mundur, hingga teknik pengereman dan penggunaan kopling di jalur tanjakan serta turunan. Pelatihan ini juga ditekankan untuk mencegah terulangnya insiden di perlintasan kereta api, seperti yang terjadi di Desa Dewi, Bayan, beberapa waktu lalu.
Uniknya, para peserta tidak hanya menggunakan kendaraan uji milik Polres, tetapi juga diperbolehkan mencoba lintasan menggunakan armada MBG yang mereka operasikan sehari-hari untuk mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah.
*Apresiasi dan Semangat Baru*
Manfaat besar dirasakan oleh para peserta, salah satunya Wahyudi (60), pengemudi dari SPPG Pangenjurutengah. “Kegiatan ini gratis dan sangat bermanfaat. Sebagai mantan pengemudi mobil boks, pelatihan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk kembali mengingat rambu-rambu lalu lintas demi keamanan bersama,” tuturnya.
Sebagai bentuk legalitas, seluruh peserta diberikan sertifikat pelatihan di akhir acara. Selain itu, suasana semakin kompetitif saat Polres memberikan penghargaan berupa uang pembinaan kepada tiga pengemudi “trengginas” yang berhasil melewati seluruh rintangan dengan waktu tercepat dan tingkat keamanan terbaik.
