Kevin Aprilio Klarifikasi Dugaan Terkait Robot Trading Net89

Kevin Aprilio Klarifikasi Dugaan Terkait Robot Trading Net89

MATAHARI TV | Jakarta – Musisi sekaligus selebriti Kevin Aprilio mengklarifikasi terkait Robot Trading Net89, dimana banyaknya berita-berita yang beredar di media.

Hal tersebut disampaikan Kevin saat mengelar konfrensi Pers bersama pengacaranya Minola Sebayang, di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022).

Sementara itu, Kevin Aprilio diketahui dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan robot trading Net89. Ia pun dianggap memiliki peran ikut terlibat mempromosikannya.

Menanggapi laporan tersebut, Kevin bersama kuasa hukumnya Minola Sebayang memberikan penjelasan terkait robot trading Net89 tersebut.

Kevin membenarkan memang sempat ikut terlibat dalam Zoom meeting untuk membuat semacam testimoni.

Dia melakukan hal tersebut lantaran berteman dengan salah seorang pelaku di bisnis ini, sekaligus juga sudah memastikan keabsahan dari legalitas perusahaan tersebut.

Terdapat sejumlah izin yang berhasil diperoleh Kevin, sebelum akhirnya memutuskan ikut terlibat memberikan testimoni atau mempromosikan Net89.

Salah satu yang berhasil dikantonginya adalah SIUP (surat izin penjualan langsung) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.

Kevin mengungkapkan selama sekitar 5 tahun belakangan perusahaan trading ini berjalan dengan normal.

Namun dalam perjalannya kemudian terdapat masalah yang berujung pada pelaporan perusahaan tersebut ke ke Bareskrim Polri beberapa waktu lalu.

“Saya tidak tahu penyimpangannya di mana dan dilakukan sama siapa,” kata Kevin.

Ia pun memastikan bahwa dirinya bukanlah bagian dari perusahaan trading yang namanya ikut dilaporkan.

Bahkan, Kevin pun menegaskan tidak ikut dalam aktivitas bisnisnya secara langsung.

Sementara itu Pengacara Kevin, Minola Sibayang mengungkapkan terkait dengan masalah robot trading Net89., kalau kita lihat dan kita cermati, ini merupakan suatu pertanyaan yang besar, kenapa kok sampai Kevin dan teman-teman lain dilaporkan.

Minola juga menyebutkan, Kevin bukanlah bagian dari perusahaan tersebut, bahkan dia juga tidak memiliki networking. Kevin hanya bertemen dengan salah satu yang menjalankan bisnis tersebut, ujarnya.

“Kevin hanya berteman. Namanya teman saling support, ya itu wajar. Apalagi sudah dilengkapi dengan legalitas yang menurut kita itu adalah sah. Izinnya sudah ada semua. Ada beberapa izin menunjukkan bahwa perusaahaan ini sudah melengkapi legalitasnya,” jelas Minola.

Dengan legalitas yang ada lengkap, maka adalah hal yang wajar bila Kevin membuat testimoni menyatakan yang dia pahami dan lihat.

Lebih lanjut Minola mengatakan, jika orang yang memberikan testimoni atau ikut terlibat dalam aktivitas promosi, kemudian ikut dikaitkan dengan aktivitas bisnis perusahaan,  ketika perusahaan itu terkena masalah, Minola menganggap hal itu sudah terlalu jauh.

“Ini akan menjadi suatu perdebatan yang panjang. Jika orang yang mempromosikan sesuatu, di suatu masa perusahaan yang telah dipromosikan itu tersandung masalah hukum, bagaimana korelasinya? Hubungan sebab akibatnya orang yang pernah mempromosikan atau memberikan testimoni disangkutpautkan,” tuturnya.

Minola juga menekankan perlu ada pembuktian yang sah dan dapat dipertanggung jawabkan apabila ada korban yang mengaku ikut join dalam robot trading Net89 gara-gara Kevin Aprilio, paparnya.

Karena menurut Minola, ada banyak tahapan atau faktor untuk orang akhirnya memutuskan bergabung dalam suatu bisnis atau yang lainnya. Bukan semata-mata karena promosi, jelasnya.

“Banyak tahapan untuk seseorang memutuskan ikut atau tidak ikut sesuatu,” tambahnya.|Eka

TAGS
Share This