Sukses Digelar, GESIT 7 FISIP UHAMKA Rajut Kelestarian Budaya Lewat Karya Sinema

Sukses Digelar, GESIT 7 FISIP UHAMKA Rajut Kelestarian Budaya Lewat Karya Sinema

Jakarta – Komunitas Ilmiah Cinematography Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) sukses menyelenggarakan GESIT 7 (Gema Sinematography 7) dengan tema “Merajut Budaya dalam Frame Cinema” pada Jumat, 5 Juni 2026 di Aula Lantai 4 Kampus FISIP UHAMKA Limau, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk talkshow dan watching film yang menghadirkan sutradara film Indonesia, Tommy Dewo, sebagai narasumber utama.

Acara yang diikuti oleh mahasiswa UHAMKA dan para pecinta film ini bertujuan untuk memperluas wawasan peserta mengenai proses kreatif produksi film serta peran sinema sebagai media pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh Adna Fika Ardelia dan Angga Nurhidayat sebagai Master of Ceremony (MC) yang memandu berjalannya acara, pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta sari tilawah, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, laporan ketua pelaksana, serta sambutan-sambutan dari para pimpinan organisasi dan fakultas.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan film karya mahasiswa, talkshow bersama narasumber, sesi diskusi interaktif, penyerahan cenderamata, foto bersama, hingga kegiatan photobooth peserta.

Dalam laporannya, Muhammad Rizqy Hafizh selaku Ketua Pelaksana GESIT VII menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, media partner, dan peserta yang telah mendukung acara hingga berjalan dengan lancar.

“GESIT 7  hadir sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan berjejaring bagi mahasiswa yang memiliki minat terhadap dunia perfilman. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kreativitas sekaligus memperkuat apresiasi terhadap budaya Indonesia melalui media film” ujarnya.

Sambutan Ketua Umum Cinematography FISIP UHAMKA, Muhammad Rizki Maulana dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinema sebagai sarana ekspresi sekaligus media edukasi yang mampu merekam realitas sosial dan budaya masyarakat.

“Melalui GESIT 7, kami ingin mengajak mahasiswa untuk melihat film tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium yang memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan pesan, merepresentasikan identitas budaya, dan membangun kesadaran sosial” tuturnya.

Sementara itu, Dra. Tellys Corliana, M.Hum., selaku Dekan FISIP UHAMKA, menyampaikan apresiasi kepada komunitas Cinematography yang terus konsisten menghadirkan kegiatan akademik dan kreatif bagi mahasiswa.

Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa perkembangan industri kreatif, khususnya perfilman, membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pelestarian budaya dan pembangunan bangsa.

“Film merupakan salah satu media komunikasi yang sangat efektif dalam menyampaikan nilai-nilai budaya, pendidikan, dan kemanusiaan. Saya berharap mahasiswa FISIP UHAMKA terus mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian untuk berkarya dan berinovasi melalui berbagai platform media, termasuk film” ungkapnya.

Puncak acara menghadirkan Tommy Dewo, sutradara film Indonesia yang berbagi pengalaman perjalanan kariernya di industri perfilman. Dalam pemaparannya, Tommy menjelaskan proses panjang yang harus dilalui dalam pembuatan film, mulai dari tahap pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama tim, komunikasi yang efektif, serta kemampuan memecahkan masalah selama proses produksi film.

Selain membahas aspek teknis produksi film, Tommy Dewo juga mengangkat isu mengenai bagaimana budaya Indonesia dapat dikemas secara menarik melalui medium sinema. Menurutnya, budaya tidak hanya terbatas pada tradisi atau adat tertentu, tetapi juga mencerminkan kehidupan masyarakat pada suatu masa yang kemudian terekam dalam film sebagai dokumentasi peradaban.

Melalui tema “Merajut Budaya dalam Frame Cinema”, Tommy mengajak peserta untuk memahami bahwa film memiliki peran strategis sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus media komunikasi yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Sesi talkshow berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai pertanyaan mengenai proses kreatif penyutradaraan, tantangan industri perfilman Indonesia, hingga strategi mengangkat budaya lokal ke layar lebar menjadi topik diskusi yang menarik sepanjang kegiatan.

GESIT 7 menjadi bukti komitmen Cinematography FISIP UHAMKA dalam menghadirkan ruang edukatif dan inspiratif bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi di bidang perfilman dan komunikasi visual. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang mampu memanfaatkan film sebagai media kreatif untuk menyampaikan gagasan, menjaga nilai budaya, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

GESIT 7 tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu tentang sinema, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa budaya Indonesia dapat terus hidup, berkembang, dan dikenal luas melalui karya-karya film yang berkualitas.

TAGS
Share This

COMMENTS