Muhammadiyah Jakarta Timur Terima Penyerahan Masjid Joko Agung Purnomo di Cipayung

Muhammadiyah Jakarta Timur Terima Penyerahan Masjid Joko Agung Purnomo di Cipayung

Jakarta — Masjid Joko Agung Purnomo resmi diresmikan dan diserahkan kepada Persyarikatan Muhammadiyah untuk dikelola sebagai Griya Dakwah Muhammadiyah Cipayung dalam acara khidmat yang berlangsung pada Selasa, 6 Januari 2026, bertepatan dengan 17 Rajab 1447 Hijriah, bertempat di Jalan Siung, Cipayung, Jakarta Timur.

Acara peresmian ini dipandu oleh Dr. Nurlina Rahman, S.Pd., M.Si, Pewara/MC profesional yang juga Wakil Ketua LSB Lembaga Seni Budaya PWM DKI Jakarta, serta Wakil Ketua APEBSKID Afiliasi Pengajar, Peneliti, Budaya, Bahasa, Sastra, Komunikasi, Seni dan Desain (APEBSKID) Komisariat DKI Jakarta periode 2024-2028, yang mengawal jalannya acara secara khidmat dan sistematis.

Masjid ini dibangun di atas tanah wakaf Persyarikatan Muhammadiyah berdasarkan Akta Wakaf Nomor WT.1/00007/3175101/2024. Wakaf tanah diberikan oleh Dr. H. Rohadi, M.Pd., dengan Nazhir Wakaf H.A. Rahman Tinambunan, S.Ag., M.M., yang juga sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cipayung Jakarta Timur, serta Wakif Masjid Purn. H. Karno Sumardo.

Penyerahan masjid ini menjadi wujud nyata kontribusi keluarga wakif dan masyarakat dalam mendukung penguatan dakwah Islam serta pembangunan spiritual umat.

Dalam sambutannya, H. Karno Sumardo, selaku pewakif masjid sekaligus orang tua dari AKBP Dr. Joko Agung Purnomo, M.Si., menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas terlaksananya peresmian masjid tersebut.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Masjid Joko Agung Purnomo dilandasi oleh niat sederhana namun tulus, yakni membuka jalan kebaikan bagi umat agar dapat berjalan lurus sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

“Masjid ini dibangun atas kesepakatan bersama dengan warga Cipayung. Intinya, masjid ini adalah untuk membuka suatu jalan agar kita dapat berjalan lurus sesuai jalan Rasulullah” ujarnya.

Ia berharap masjid ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sebagai tempat ibadah, pembinaan keimanan, dan penguatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Camat Cipayung, Bapak Diman, S.Kom., M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas wakaf tanah serta pembangunan masjid yang dilakukan oleh para wakif dan Persyarikatan Muhammadiyah. Ia menyebut bahwa wakaf merupakan amal yang luar biasa dan memiliki nilai pahala yang terus mengalir.

“Mudah-mudahan apa yang dialami saudara kita ini, apabila menggenggam manfaat, pahalanya tersalurkan kepada keluarga. Semoga para wakif diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas dan kehidupannya” tuturnya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap Masjid Joko Agung Purnomo dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Kecamatan Cipayung.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur, Ust. Hasyir Alaydrus, menekankan peran strategis Muhammadiyah dalam mengantarkan umat menuju kehidupan yang lebih baik melalui dakwah dan amal usaha.

Ia menyampaikan bahwa salah satu jalan menuju keberkahan dan kebaikan akhirat adalah melalui pembangunan dan pemakmuran masjid.

“Muhammadiyah berfungsi mengantarkan umat ke depan pintu gerbang surga. Salah satu cara keluarga Pak Karno menuju gerbang itu adalah dengan membangun masjid. Jadikan tempat ini sebagai tempat damai bagi anak bangsa” ujarnya.

Ia juga berharap Masjid Joko Agung Purnomo dapat berkontribusi dalam mencetak generasi emas Indonesia 2045 yang berakhlak, berilmu, dan cinta damai.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta sekaligus Ketua Baznas DKI Jakarta, Bapak Dr. Ahmad Abu Bakar, MM., dalam dalam kesempatan itu juga menekankan pentingnya tata kelola masjid yang amanah, transparan, dan berorientasi pada dakwah serta kaderisasi.

Ia menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pembinaan kader umat agar keberlangsungan dakwah Muhammadiyah tetap terjaga.

“Yang paling penting dan utama, masjid adalah tempat kaderisasi. Tanpa kaderisasi, pengurus akan miskin kader. Muhammadiyah bisa terus hidup dan berlanjut karena kaderisasi yang tidak pernah putus” tegasnya.

Ia berharap Masjid Joko Agung Purnomo dapat menjadi masjid yang berkah, amanah, dan berkelanjutan bagi umat.

Tausiyah disampaikan oleh Ustadz Rustandi Abdul Qodir, M.Pd., yang mengajak seluruh hadirin untuk selalu optimis dan berorientasi pada amal kebaikan. Ia mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati adalah tidak terjebak pada masa lalu, melainkan terus melangkah dengan niat baik.

“Walaupun masjid ini mungkin terlihat kecil, tetapi tetap harus optimis. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang dimasukkan Allah ke dalam surga” ujarnya.

TAGS
Share This