Gelar Webinar Nasional, APEBSKID Indonesia Bedah Makna Doa Keselamatan Bangsa dalam Perspektif Multidisiplin

Gelar Webinar Nasional, APEBSKID Indonesia Bedah Makna Doa Keselamatan Bangsa dalam Perspektif Multidisiplin

Jakarta – Asosiasi Pengajar, Peneliti Budaya, Bahasa, Sastra, Komunikasi, Seni, dan Desain (APEBSKID) Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan ilmiah bertajuk, Webinar Mimbar Multidisiplin APEBSKID Indonesia Seri 25 dengan tema, “Doa Keselamatan untuk Bangsa dalam Perspektif Multidisiplin”.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 10.00–12.00 WIB, dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik serta lintas daerah di Indonesia.

Webinar ini diselenggarakan sebagai ruang dialog ilmiah dan reflektif untuk mengkaji makna doa keselamatan bangsa tidak hanya dari sudut pandang keagamaan, tetapi juga melalui pendekatan linguistik, budaya, komunikasi, psikologi, dan sosial, sehingga mampu memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap peran doa dalam kehidupan kebangsaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Sementara itu dalam sambutan Prof. Dr. Setya Yuwana Sudikan, M.A., selaku Ketua Dewan Pakar UNESA Jawa Timur, menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam membaca realitas sosial dan kebangsaan.

Prof. Setya menyampaikan bahwa doa keselamatan bangsa merupakan bentuk ikhtiar spiritual sekaligus ekspresi kebudayaan yang mencerminkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap persatuan, kedamaian, dan keberlanjutan bangsa.

Webinar dipandu oleh Dr. Ucik Fuadiyah, M.Pd., dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang sekaligus Komisariat Semarang, yang berperan sebagai moderator.

Dengan gaya moderasi yang komunikatif dan sistematis, diskusi berlangsung dinamis serta memberikan ruang dialog yang produktif antara narasumber dan peserta.

Webinar ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang disiplin ilmu dan wilayah yang berbeda, sehingga memperkaya perspektif pembahasan.

Narasumber pertama, Dr. Nurlina Rahman, S.Pd., M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) Jakarta sekaligus Pewara/MC profesional yang juga Wakil Ketua LSB Lembaga Seni Budaya PWM DKI Jakarta, serta Wakil Ketua APEBSKID Afiliasi Pengajar, Peneliti, Budaya, Bahasa, Sastra, Komunikasi, Seni dan Desain (APEBSKID) Komisariat DKI Jakarta periode 2024-2028, memaparkan materi yang menyoroti hubungan antara doa, komunikasi interpersonal, dan kesehatan mental,  keselamatan serta kesejahteraan bagi bangsa.

Dr. Nurlina menegaskan bahwa doa tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi spiritual, tetapi juga memiliki peran penting dalam penguatan konsep diri, pembentukan ketahanan mental, serta penciptaan energi positif di tengah tantangan sosial yang dihadapi bangsa Indonesia.

“Doa dipandang sebagai sarana komunikasi yang mampu membangun kesadaran diri, empati sosial, dan harapan kolektif demi terciptanya masyarakat yang sehat secara jasmani dan rohani,” ujarnya.

Narasumber kedua, Dr. Ni Kadek Juliantari, M.Pd. dari STKIP Agama Hindu Amlapura, Bali, mengulas doa keselamatan bangsa dalam perspektif linguistik multidimensional, meliputi kajian pragmatik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik.

Ia menjelaskan bahwa doa merupakan wacana linguistik yang kompleks, tidak hanya sebagai rangkaian kata, tetapi juga sebagai tindak tutur ideologis dan simbolik yang membangun kohesi sosial. Dalam konteks doa kolektif, bahasa berperan sebagai alat pemersatu yang memperkuat identitas kebangsaan, solidaritas sosial, serta tanggung jawab moral bersama dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.

Sementara itu, narasumber ketiga, Dr. Lily Thamrin, M.Ed. dari Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat, membahas doa keselamatan bangsa dalam perspektif budaya dan bahasa Tionghoa.

Ia memaparkan bagaimana konsep doa keselamatan bangsa tercermin dalam ungkapan-ungkapan bahasa Mandarin seperti guó tài mín ān (negara makmur, rakyat damai), yang mengandung nilai harmoni antara manusia, alam, dan tatanan sosial.

Pemaparan ini menunjukkan bahwa doa keselamatan bangsa tidak hanya bersifat religius, tetapi juga merupakan ekspresi kultural yang telah mengakar kuat dalam tradisi dan sejarah masyarakat Tionghoa, sekaligus relevan dalam konteks kebangsaan Indonesia yang plural.

Melalui diskusi multidisiplin ini, Webinar APEBSKID Seri 25 menegaskan bahwa doa keselamatan bangsa merupakan ruang perjumpaan antara spiritualitas, bahasa, budaya, dan kesadaran sosial. Doa tidak hanya dipahami sebagai praktik keagamaan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi publik yang mampu membangun harapan, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dan sosial dalam memperkaya khazanah pemikiran lintas disiplin, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat dan civitas akademika untuk terus merawat persatuan, toleransi, dan harmoni bangsa melalui pendekatan ilmiah dan humanis.

APEBSKID Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan forum-forum ilmiah yang inklusif dan relevan dengan isu-isu kebangsaan, serta mendorong kolaborasi lintas disiplin demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan bangsa Indonesia.

TAGS
Share This