Atlet Muda Indonesia Raih Prestasi di Kancah Internasional Kejuaraan Kurash Asia Tenggara

Atlet Muda Indonesia Raih Prestasi di Kancah Internasional Kejuaraan Kurash Asia Tenggara

LOMBOK, matahari.tv – Nama Indonesia kembali harum di kancah internasional berkat empat atlet muda berprestasi, Deswita Maharani Putri, Isabella Mahadewi Putri, Mario Alfaridzi Putra, dan Sulthan Baasil Athailah.

Keempat atlet tersebut menorehkan tinta emas pada ajang 2nd KUSEA Kurash Championship dan 1st KUSEA Beach Kurash Championship yang diselenggarakan di Sheraton Senggigi Beach Resort, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kejuaraan yang mempertemukan atlet-atlet Kurash terbaik se-Asia Tenggara ini menjadi saksi bisu kegemilangan para atlet asal Kota Tangerang tersebut.

Dengan semangat juang tinggi dan persiapan matang, mereka berhasil membawa pulang medali yang membanggakan bagi bangsa.

Sementara itu, Deswita Maharani Putri dan Isabella Mahadewi Putri menunjukkan performa cemerlang di kelasnya masing-masing, begitu pula dengan Mario Alfaridzi Putra dan Sulthan Baasil Athailah, tampil tak kalah gemilang.

Keempatnya sukses mengalahkan lawan-lawan tangguh dari berbagai negara Asia Tenggara, ini membuktikan bahwa atlet muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan dedikasi para atlet, pelatih, serta dukungan penuh dari keluarga dan federasi membuahkan hasil.

Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

Prestasi ini kian istimewa mengingat capaian tersebut melengkapi rangkaian keberhasilan mereka dalam kurun waktu hanya tiga bulan terakhir, setelah sebelumnya Deswita, Isabella, dan Sulthan juga tampil cemerlang pada Kejuaraan Nasional Kurash di Kalimantan Timur, kemudian Deswita dan Isabella berhasil mengibarkan bendera Merah Putih pada ajang Asian Championship di Goesan, Korea Selatan, sebelum akhirnya menutup dengan prestasi di tanah air di Lombok, NTB.

Deretan pencapaian ini menjadi bukti nyata konsistensi, kerja keras, serta semangat juang para atlet muda Indonesia asal Kota Tangerang, Provinsi Banten tersebut yang tak kenal lelah dalam berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi internasional.

Saat ditemui seusai pertandingan, kakak beradik Deswita, Isabella dan Mario Al Faridzi dengan kompak menyampaikan motivasi terbesar yang selalu menjadi dorongan semangat mereka, yakni keinginan sederhana untuk dapat bertatap muka dan berjabat tangan dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Kami ingin sekali Bapak Presiden tahu bahwa anak-anak bangsa bisa berprestasi melalui olahraga, dan kami berharap suatu hari bisa diundang ke Istana untuk bertemu langsung dengan beliau. Itu menjadi motivasi terbesar kami untuk terus berlatih keras dan mempersembahkan prestasi bagi Indonesia,” ungkap Deswita didampingi adiknya Isabella dan Mario.

Lebih jauh, Deswita menegaskan bahwa dirinya dan adiknya sama sekali tidak pernah terbersit untuk meminta hadiah atau penghargaan khusus, melainkan hanya ingin menunjukkan rasa cinta mereka kepada bangsa melalui prestasi yang membanggakan dan mempersembahkan hasil latihan mereka untuk Indonesia.

Hal senada juga disampaikan oleh Isabella dan Mario dengan polos mengaku ingin agar Presiden mengetahui bahwa ada anak-anak Indonesia yang sejak dini sudah berkomitmen menorehkan prestasi melalui olahraga tradisional asal Uzbekistan tersebut.

Tidak hanya Deswita, Isabella dan Mario yang tampil memukau, tetapi kisah perjuangan Sulthan Baasil Athailah juga menjadi catatan tersendiri yang menginspirasi banyak pihak.

Sulthan, yang turun di kategori Junior Putra -50 Kg, harus bertanding dengan kondisi kaki yang sudah cedera sejak partai pertama melawan atlet asal Vietnam.

Meski mengalami kesakitan, Sulthan tetap berjuang keras di babak kedua menghadapi atlet Malaysia dan di babak ketiga melawan Thailand, hingga akhirnya berhasil memastikan langkahnya menuju partai final.

Namun, kondisi cedera yang semakin parah membuatnya tidak mampu tampil maksimal saat berhadapan dengan atlet asal Filipina, sehingga harus puas dengan raihan medali perak.

“Sejak partai pertama saya sudah cedera saat berhadapan dengan atlet Vietnam. Di babak kedua dan ketiga saya masih bisa bertahan menghadapi Malaysia dan Thailand, tapi di babak final cedera sudah semakin parah sehingga tidak mampu lagi bermain maksimal hingga harus mengakui keunggulan atlet asal Filipina,” ucap Sulthan penuh haru.

Meski demikian, semangat juang yang ditunjukkan Sulthan menuai banyak apresiasi. Keberaniannya untuk tetap bertanding meski dalam kondisi cedera dianggap sebagai bukti nyata ketangguhan mental seorang atlet muda Indonesia yang tidak mudah menyerah.

Dalam kesempatan yang sama, Erni Krismiati, turut menyampaikan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas prestasi ketiga anaknya.

Ia mengaku bahwa dukungan keluarga merupakan kunci penting yang membuat Deswita, Isabella dan Mario mampu berlatih dengan tekun meski harus membagi waktu antara pendidikan dan latihan intensif.

Menurutnya, olahraga Kurash bukan hanya sekadar sarana untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, melatih kedisiplinan, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta menumbuhkan kepercayaan diri anak-anaknya.

“Saya sangat mendukung aktivitas mereka berlatih Kurash, karena manfaatnya sangat nyata, baik dalam hal mental maupun fisik. Saya bangga sekali, karena selain bisa menjaga diri, anak-anak juga bisa berprestasi dan memberikan kebanggaan untuk sekolah dan bangsa. Yang lebih membuat saya terharu adalah bagaimana anak-anak saya sangat mengidolakan Bapak Presiden Prabowo secara positif sebagai sosok inspiratif. Kebetulan saya juga berasal dari keluarga tentara, sehingga saya memahami bagaimana semangat nasionalisme dan keteladanan itu bisa diwariskan melalui figur pemimpin bangsa,” tutur Erni dengan penuh rasa haru.

Kisah inspiratif para atlet muda ini sekaligus menjadi cerminan bahwa semangat berprestasi tidak mengenal usia dan latar belakang. Di tengah hiruk pikuk kehidupan remaja dan anak-anak pada umumnya, Deswita, Isabella, Mario, dan Sulthan memilih jalan yang tidak biasa, yakni mendalami olahraga Kurash yang masih relatif baru berkembang di Indonesia.

Meski demikian, dedikasi, ketekunan, serta dorongan untuk terus mengharumkan nama bangsa menjadikan mereka berbeda dan patut menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.

Dalam waktu yang relatif singkat, mereka sudah membuktikan bahwa kerja keras yang dibarengi dengan mimpi besar mampu menghasilkan capaian yang luar biasa.

Tidak hanya sekadar medali, tetapi juga membawa pesan moral bahwa olahraga dapat menjadi sarana membentuk karakter sekaligus menyatukan semangat kebangsaan.

Harapan besar pun muncul agar prestasi para atlet muda Kota Tangerang ini dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain di seluruh Indonesia untuk tidak ragu menekuni olahraga apa pun, termasuk Kurash, serta menjadikannya sebagai wahana berkontribusi bagi bangsa dan negara.

TAGS
Share This

COMMENTS