Pemkab Maluku Tenggara Gencarkan Pertumbuhan Ekonomi Lewat Penguatan Pariwisata dan Rumput Laut

Laanggur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah dengan memaksimalkan potensi unggulan sektor pariwisata dan budidaya rumput laut. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki kontribusi strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah berbasis potensi lokal.
Bupati Maluku Tenggara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan bahwa langkah penguatan pemasaran menjadi fokus utama pemerintah daerah pada tahun ini.
“Sampai sekarang angka kunjungan wisatawan asing ke Maluku Tenggara tertinggi di Maluku bahkan dengan Maluku Utara sekalipun. Bahkan saat ini di bandara Ambon ada “joke”, kalau penerbangan Ambon-Langgur seperti check in di bandara internasional.Karena banyak orang asing,” hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara Budhi Tofifi di Jakarta,Selasa,(20/1).
Upaya tersebut dilakukan melalui promosi terpadu, pengembangan produk unggulan, serta perluasan akses pasar baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Pariwisata dan rumput laut adalah dua sektor andalan Maluku Tenggara. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendorong nilai tambah dari kedua sektor ini agar mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Budhi
Di sektor pariwisata, Pemkab Maluku Tenggara menitikberatkan promosi destinasi unggulan seperti Pantai Ngurbloat, Pantai Ngursarnadan, serta sejumlah objek wisata bahari dan budaya yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan.
Pemerintah juga mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata, UMKM, dan komunitas lokal untuk memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan.
Selain promosi digital dan partisipasi dalam berbagai ajang pameran pariwisata, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur pendukung serta sumber daya manusia pariwisata.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan dan belanja wisata di Maluku Tenggara.
Sementara itu, sektor rumput laut yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat pesisir juga mendapat perhatian serius.
Pemkab Maluku Tenggara mendorong peningkatan kualitas produksi, standarisasi hasil panen, serta penguatan rantai pemasaran agar petani rumput laut memperoleh harga yang lebih kompetitif.
“Selama ini Maluku Tenggara dikenal sebagai salah satu penghasil rumput laut berkualitas. Tantangan kita adalah bagaimana memperluas pasar dan mendorong hilirisasi agar nilai ekonomi yang diterima petani semakin besar,” kata pejabat tersebut.
Pemerintah daerah juga menjalin kerja sama dengan pelaku industri, koperasi, serta lembaga keuangan untuk mempermudah akses permodalan dan memperkuat kelembagaan petani rumput laut.
Selain itu, pelatihan pengolahan pascapanen terus dilakukan guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
Dengan penguatan sektor pariwisata dan rumput laut secara simultan, Pemkab Maluku Tenggara optimistis pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin meningkat.
Pemerintah berharap strategi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan angka ekonomi, tetapi juga menghadirkan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.
